Pengalaman Belajar Kehidupan dan Kitab Kuning di Pondok

Oleh : Vita Kusumastuti
Perbankan Syariah 2C_175231098

             Perjalanan yang melelahkan saya alami ketika mencari-cari pondok. Anggota kelompok kami berjumlah 10 orang dan kami berunding di kampus untuk menentukan pondok mana yang akan kami  tempati 1x24 untuk mempelajari  tentang kitab kuning dan  kehidupan disana. Pilihan untuk pondok didaerah Surakarta dan Karanganyar,Saya berpikir kalau hanya di Surakarta terlalu dekat dan tidak bisa sambil jalan-jalan dan kami memilih mencoba di daerah Karanganyar. Nah akhirnya temen-temen yang dari Karanganyar punya pandangan untuk mencoba di pondok Iskarima. Dan pada hari  kamis 1 maret kami berencana pergi ke pondok Iskarima, Dari rumah berangkat jam 07.00 dan menunggu teman saya dari Pucangan di Beteng. Karena tidak tahu jalan ke Karanganyar temen saya whatsapp “Dari beteng kamu lurus kemudian ada bangjo kamu ke timur aku ada disini “ Kemudian saya mencari ,ada bangjo saya belok kiri dan sampai lagi saya ditempat pemberhentian yang saya tempati tadi.
           Hihihi saking gemesnya mereka terhadap saya yang tidak tahu jalan, mereka menghampiri saya dan menertawakan. Akhirnya saat sudah berkumpul kami pergi ke Karanganyar dan menunggu didekat Alun-alun, disana ada 2 orang teman yang sudah menunggu. Setelah itu lanjut lagi perjalanan dan menunggu teman yang lain didepan Smp,Nah saat menunggu disini ada teman saya yang cerita kalau pondok Iskarima itu kebanyakaan cowok dan pengajaran kitab kuning sedikit, kalau mau cari yang ada kitab kuning mending ke pondok NU. Setelah menunggu cukup lama dan berbincang-bincang akhirnya teman kami 2 orang datang dan melanjutkan perjalanan tanpa tahu mau kemana, Cuaca yang panas membuat saya bertambah kesal, akhirnya kami sampai didekat jembatan dan menunggu teman yang dari Kemuning. Saat itu saya bertambah kesal karena pondok yang kami cari ternyata hanya untuk lelaki dan wanita hanya sedikit , ditambah lagi saya merasa haus tetapi penjual es masih jauh.
          Hm ditambah harus menunggu teman yang datang pada waktu cukup lama, Cuma berdiri didekat jembatan dengan rasa haus , saya merasa kesal karena tidak dapat pondok udah panas-panasan dari Klaten ke Karanganyar dan hasilnya Zonk jadi tambah kesel. Setelah hampir setengah jam menunggu dijembatan kami berencana pulang tapi temen saya pulang dulu mengambil sarung tangan dan motornya ditinggal dijembatan. Kemudian teman yang lain membawakan motornya dan betemu dipersimpangan jalan dengan rencana melanjutkan perjalanan ke Surakarta mencari ponpes yang baru. Perjalanan yang sangat panas membuat saya masih kesal tetapi tidak tahu kesal dengan siapa hahaha. 
           Akhirnya ada teman yang tahu ponpes di Surakarta , kemudian kami datang ke ponpes itu namanya Ta’mirul Islam. Dari 10 orang ada perwakilan untuk masuk ke ponpes 4 orang. Setelah keluar mereka memberikan info untuk menghubungi bapak ustadznya sendiri dengan Sms. Akhirnya kami sedikit merasa lega karena sudah ada kepastian kita diberi nomer telepon bapak ustadz. Kemudian setelah sudah sangat lelah lapar dan haus kami lanjut untuk makan di Cafe Roti Bakar Gula Batu tetapi 2 orang teman kami memilih pulang. Setelah makan kami pulang ke rumah dan keesokan harinya teman saya sms ustadznya dan beliau menyetujui kami untuk menginap di Pondok Pesantren 1x24 jam. Kemudian mulai membuat surat izin untuk bisa menginap di Ponpes tersebut, setelah surat izin dibuat kami berlima perwakilan pergi keruang dosen untuk minta tanda tangan dan hasilnya kelompok yang 10 orang itu harus dibagi lagi untuk mencari ponpes yang lain yaitu 1 pondok hanya boleh maximal enam orang .
           Pada saat itu kami bingung mau memberi tahu bagaimana, dan informasi itu kami share ke grup kelas,walaupun mereka juga sebel akhirnya kelompok yang terlalu banyak bisa dipecah dan membantu cari ponpes yang lain. Tapi untuk kelompok saya alhamdulilah setelah dikasih tahu ada yang mengalah untuk mencari ponpes yang lain. Setelah itu teman saya membuat surat izin yang baru dan direvisi sebanyak 3x, saking gregetnya dosen di akademik karena surat izinnya direvisi melulu akhirnya dibuatkan dan tinggal menunggu. Setelah jadi suratnya, pada hari Selasa Siang karena ada makul yang kosong kami pergunakan untuk survey pondoknya. Disana kami bertemu dengan adik-adik untuk memberikan surat izin, tetapi katanya kalau jam-jam 14.00 ustadznya masih istirahat dan kalau mau memberi surat izin datang keponpes habis ashar.
             Sambil menunggu habis ashar kami pergi untuk membeli juice disebelah pondok putra sambil bincang-bincang. Setelah habis ashar kami pergi lagi ke pondok putri disana saya melihat adik-adik pramuka minum air dari keran dan akhirnya datang seorang ustadz habis dari sholat ashar dan kami datang menghampiri, Salah satu teman saya berbicara untuk izin menginap disini sambil memberikan surat izinnya.Ustdaz itu bilang” Saya kira yang mau nginep satu orang” yaudah mari masuk dulu. Kami masuk kesebuah ruangan tanpa Ac tapi merasa sejuk didalammnya. Ustadz itu berbicara kepada salah satu anak dipondok dengan bahasa arab untuk memanggil salah satu ustadzah untuk menemuinya. Sambil menunggu ustadzah itu datang pak ustadz sedikit menerangkan kalau disini itu pondok modern,cara pengajarannya tidak dieja tetapi secara langsung ditunjukan. Contohnya “Kirtasun, Kirtasun, Kirtasun” walaupun awalnya tidak paham tapi lama kelamaan akan terbiasa. Kemudian setelah ustadzah datang bapak ustadz berbicara kepada mereka untuk menyediakan tempat tidur untuk kami,mereka akan menginap disini 1x24 jam untuk belajar kehidupan di pondok dan kitab kuning dan tolong ustadzah bisa mengatur makannya juga kata pak ustadz
         Sebenarnya kami ingin menginap pada hari Rabu-Kamis tetapi jika Rabu-Kamis tidak ada jadwal pengajaran kitab kuning yang ada hanya malam senin sekitar jam 20.00-21.30 akhirnya kami memutuskan mulai menginap pada hari Minggu.Untuk info lebih lanjut kami diberi nomer salah satu ustadzah bernama lutfiyah.Setelah itu kami berpamitan untuk pulang. Setelah hari H saya dan kawan-kawan bersiap untuk berangkat ke pondok dan sampai disana jam 09.00. Kemudian kami masuk kedalam menemui ustadzah lutfiyah dan berbincang-bincang sedikit, Dia memberi tahu “Kalian mau makan disini atau diluar, Kalau disini per santri 3000 kalau kalian 2x makan 6.000, Kami menjawab disini satu di luar satu dan pada hari itu kami diberitahu “Supaya tahu benar kehidupan santri disini HP nya dikumpulkan ya. Saat itu saya merasa agak bimbang tapi ya sudahlah Hp nya dikumpulkan gapapa karena itu sudah peraturan dan kami diantar ke kamar tamu untuk istirahat.
             Sesampai dikamar tamu kami istirahat sebentar dan pintu kamar diketuk ... Assalamualaikum kalian mau tidak ikut pelajaran dikelas 2 Ips ? Tanya ustadzah. Kamipun menjawab iya mau dan kami diantarkan ke kelas 2 IPS itu. Kelas dengan mata pelajaran Fikih. Sistem pembelajaran disana menggunakan bahasa arab dan kadang berbahasa Indonesia, Kalau pelajaran bahasa Inggris menggunkan bahasa Inggris,Di Pondok Ta’mirul Islam Ustadzah memberi tahu kalau bahasa sehari-hari menggunakan bahasa jawa /daerah dianggap sebagai bentuk pelanggaran yang berat dalam kehidupan sehari-hari dipesantren dan tidak boleh digunakan, karena bahasa yang digunakan hanya dua yaitu bahsa arab dan bahasa Inggris. Buku yang digunakan dalam pelajaran fikih berbahasa arab gundul semua. Nah didalam kelas itu ustadzah menerangkan tentang “Istihadoh” yaitu darah bukan haid dan boleh melakukan Batas haid hanya 15 hari setelah 15 hari boleh melakukan sholat.
         Setelah selesai pembelajaran ada teman dikelas 2 IPS yang sakit dan kami menengoknya dikamar, Ustadzah memimpin doa dengan membaca alfatihah setengah membaca surat Al-Fatihah perut teman saya berbunyi....kruk....kruk dan itu lumayan keras yang membuat saya tertawa. Setelah selesai menengok kami kembali ke Kamar untuk beristirahat dan makan cemilan yang kami bawa. Kami tidur sebentar dan setelah waktu sholat kami berwudhu dan pergi ke mushola. Hmmmmmm di mushola anginnya sangat sejuk,sebelum memulai sholat wajib para santri sholat sunnah dua rakaat dan membaca al-Qur’an. Sholat akan dimulai jika sudah ada aba-aba dari Ustadzah untuk berdiri kemudian membaca niat dan bernyanyi terlebih dahulu baru setelah bernyanyi menjalankan sholat wajib, setelah selesai ustadzah yang didepan memimpin dzikir diawali dengan alhamdulilah, Subhanallah, Kemudian Allahuakbar, Setelah Allahuakbar ustadzahh memimpin doa dan ada aba-aba mereka berdiri dan menjalankan sholat sunnah 2 rakaat baru absen.
           Setelah selesai sholat saya dan kawan-kawan pergi mencari makan disebuah tempat makan Sup sambil berdiskusi akan membelikan apa untuk kenang-kenangan di pondok. Setelah selesai makan kami pergi Ke Togamas untuk memberi kenang-kenangan sebuah Al-Qur’an dan cukup lama kami memilih Al-Qur’an kemudian dibungkus dengan rapi dan kami sembunyikan disebuah jaket agar orang-orang pondok tidak melihat,setelah sampai pondok kami pergi kekamar dan turun kembali. Kemudian ada adek-adek yang datang menghampiri “Kakak mau liat latihan muhadoroh tidak,kalau iya kelasnya disitu ya kak. Kemudian kami tanya “Itu kenapa to dek kok ada bebek dipondok ? Kemudian dia cerita kalau itu hukuman bagi orang-orang pramuka yang ingin jadi dewan tapi gagal dalam tugasnya nah itu hukumannya harus jagain bebek-bebek itu sampai besar selama 1 bulan,nah nanti kalo mati diganti lagi dari kecil,itu dulu pernah kak bebeknya mati gara-gara digigit kucing yaudah hukumnya diganti lagi suruh angon bebek-bebek itu.Kemudian kami bertanya kenapa pas pramuka itu saya liat ada santri yang minum dari keran dek? Oh itu air kerannya sudah disaring kak jadi sudah aman.
            Yaudah kak ayo sekarang kita masuk liat muhadhoroh, Kemudian kita masuk didalam kelas, mereka menggunakan bahasa Indonesia dalam berpidato karena tema kali ini menggunkan bahasa Indonesia.Muhdhoroh sendiri ialah ekstrakulikuler wajib dari pondok untuk membantu melatih santrinya agar mengembangkan inspirasinya dalam berbicara. Acara yang pertama yaitu pembukaan kemudian menyanyikan lagu mars dari pondok kemudian dipanggil 2 orang untuk menyampaikan aspirasi mereka dan bagi yang dirinya merasa grogi atau salah pengucapan pasti santri yang lain menyanyikan lagu untuk mereka.Yang paling saya ingat yaitu Pramuka boleh bangga dengan organisasinya,PMI boleh bangga dengan organisasinya tetapi kita bangga dengan pondok atau apa ya saya lupa...hihihi
             Kemudian para santri saling menyampaikan inspirasi-inspirasinya, Bernyanyi kemudian yang terakhir adalah penutup. Setelah acara muhadhoroh selesai saatnya jam sholat ashar, saat melakukan sholat ashar tahapan-tahapannya juga sama yaitu sebelum memulai sholat wajib para santri sholat sunnah dua rakaat dan membaca al-Qur’an. Sholat akan dimulai jika sudah ada aba-aba dari Ustadzah untuk berdiri kemudian membaca niat dan bernyanyi terlebih dahulu yaitu membaca sholawat khas pondok tersebut baru setelah bernyanyi menjalankan sholat wajib, setelah selesai ustadzah yang didepan memimpin dzikir diawali dengan alhamdulilah, Subhanallah, Kemudian Allahuakbar, Setelah Allahuakbar ustadzahh memimpin doa dan ada aba-aba mereka berdiri dan menjalankan sholat sunnah 2 rakaat baru absen.
          Setelah sholat ashar waktunya untuk MCK yaitu mandi cuci kaki,Setelah sholat saya pergi kamar untuk beristirahat sebentar,setelah ada yang memanggil bahwa santri-santri sudah siap untuk berfoto dan pada saat itu kami pergi keruang ustadzah untuk meminta izin mengambil 1 hp untuk mengabadikan moment berfoto bersama santri-santri, mulai dari berfoto formal sampai bergaya. Moment itu yang membuat saya bersedih dan kangen kalau harus pulang dari ponpes. Saat sudah berfoto bersama terikat sebuah kebersamaan dan candaan para santri yang begitu bahagia, ramah ,kata-kata yang lembut ,santun. Kalau hanya berfoto 1,2 x pastinya kurang dong ya kami menghabiskan waktu cukup lama untuk berfoto membuat video mengabadikan moment bersama mereka. Setelah selesai berfoto karena baterai habis kami kembali ke kamar untuk bersiap-siap mandi.
          Saya heran kenapa air di pondok rasanya segar ya dibandikan dengan air-air dirumah dan santri-santri disana kulitnya bercahaya bersih. Apa mungkin airnya atau setiap kali mereka selalu berwudhu dan tidak menggunakan make up?Mungkin itu bisa jadi. Saat itu saat sedang mandi dan merasakan airnya sangat dingin dan dibadan langsung terasa fresh. Setelah selesai mandi saya kembali ke kamar dan ada para santri yang membawakan makanan untuk kami ,saat makanan sudah diantarkan ada seorang santri yang bercerita bahwa dia ingin cepat pulang dan tidak betah,dia bilang kalau betah ya dibetah-betahin kak. Setelah adek itu turun dari tangga kami mulai makan dan lauknya ada 3 macam dan semua dari tahu. Tapi apapun lauknya disyukurin aja karena kami disitu diajarkan untuk hidup apa adanya dan makan seadanya saja. Dihari Minggu saya melihat para orang tua berkunjung untuk melihat putri kesayangan mereka dengan membawakan makanan kesukaan, Betapa kangennya para orang tua yang baru sempat menjenguk putrinya dan mereka saling tersenyum.
            Setelah selesai makan kami bergegas pergi ke mushola jam 17.15 untuk menjalankan sholat jama’ah. Pada Sholat magrib ada yang berbeda kalau disholat dzuhur dan ashar yaitu Sholat akan dimulai jika sudah ada aba-aba dari Ustadzah untuk berdiri kemudian membaca niat dan bernyanyi terlebih dahulu baru setelah bernyanyi menjalankan sholat wajib, setelah selesai ustadzah yang didepan memimpin dzikir diawali dengan alhamdulilah, Subhanallah, Kemudian Allahuakbar, Setelah Allahuakbar ustadzahh memimpin doa dan ada aba-aba mereka berdiri dan menjalankan sholat sunnah 2 rakaat baru absen tetapi ada perbedaan di sholat magrib yaitu duduk mendapat aba-aba mereka bernyanyi bersama selama beberapa menit kemudian berdiri sholat magrib setelah selesai dzikir bernyanyi lagi dan aba-aba berdiri untuk sholat sunnah dan duduk lagi bernyanyi sambil menunggu kyai untuk ceramah.
            Bapak Kyai berceramah tentang seorang lelaki yang melihat seorang wanita dengan pakaian ketat, saat ditanya apakah kamu mau wanita seperti itu dia menjawab aku tidak mau tetapi yang namanya laki-laki pasti digoda juga wanita itu. Kemudian kyai itu bilang wanita itu disamakan seperti jambu, kalau ada jambu yang baik kenapa pilih yang busuk yang mengumbar aurat,kalau laki-laki pilih seperti ini berarti dia sudah gila. Kemudian dia berkata lagi kalau kiamat sebentar lagi tidak sampai 1500 kalau dihitung dari kelahiran Nabi Muhammad tidak akan sampai 10 tahun lagi. Setelah cukup lama berceramah sampai setengah 8 beliau mengakhiri ceramah dan mengimami sholat isya.
           Setelah selesai sholat isya beliau memimpin doa menggunakan bahasa arab,dipimpin berdzikir dan setelah selesai sholat ada ustadzah yang mengumumkan menggunakan bahasa arab bahwa bapak teman kita aada yang meninggal mari kita melakukan sholat berjama’ah. Salah satu ustadzah memimpin sholat itu dan setelah selesai absen malam bagi para santri. Setelah selesai sholat pukul 20.00 ustadzah lutfiyah mengajak kami untuk mengaji kitab kuning disebuah tempat dipimpin oleh seorang kakek ,Membaca kitab kuning dibaca satu ayat kemudian diartikan bahasa jawa dan ada tanda “kasrah”disebutkan. Setelah kitab kuning diterjemahkan kembali keayat pertama untuk membaca kitab kuning yang ada harakatnya saja.Setelah selesai mempelajari kitab kuning kami kembali kekamar,kemudian memberikan kenang-kenangan sekaligus ingin berpamitan karena sudah dibolehkan menginap dipondok mempelajrii kehidupan dan kitab kuning.
             Selama menginap dipondok saya merasakan ketenangan karena disana banyak sekali siraman rohani yang membuat saya tenang,tidak ada Hp yang ada bunyi ayat-ayat al-Qur’an,nyanyian-nyayian sholawat. Awalnya saya kira saya tidak akan betah berada dipondok selama satu jam saja ternyata ini membuat saya ketagihan walaupun kaki saya pegal semua karena naik turun tangga. Meteodologi studi Islam mengajarkan kepada setiap orang yang mempelajarinya untuk belajar lebih dalam tentang agama islam contohnya saja live in dipondok, ini membuat orang yang tidak pernah tahu pondok menjadi tahu bagaimana kehidupan disana dan kita bisa merasakan apa yang dirasakan santri-santri yang sudah disana selama 5 tahun dan saya yang baru merasakan semalam.Mengajarkan kehidupan sosial santri-santri disana,Pengajaran bahasa arab bagaimana sampai bisa sefasih ini dll.
           Dengan menginap dipondok, meteodologi studi islam telah mengembangkan cara berpikir para mahasiswa untuk selalu belajar ilmu agama dimanapun dan kapanpun dia berada,apalagi ilmu agama dipondok dengan cara memperhatikan,mengikuti dan memahami ajaran agama islam. Dengan adanya pondok kajian-kajian islam masih bisa diterapkan. Seiring perkembangan jaman pondok-pondok akan semakin berkembang didunia pendidikan maupun komunikasi yang menyangkut perkembangan agama islam di Indonesia maupun luar negeri. Dengan adanyateknologi yang canggih para orang tua bisa mendagtarkan anak-anaknya melalui internet ke pondok.

Komentar

  1. Free Spins with Slots at LuckyClub - Lucky Club
    Sign Up at Luckyclub and play all your favourite casino slot games including luckyclub Blackjack, Roulette and Video Poker. Enjoy our exclusive sign-up bonuses and get

    BalasHapus

Posting Komentar