TAFSIR
AL-MARAGHI 25
Oleh : Vita Kusumastuti
Perbankan Syariah
2C_175231098
Disini saya akan membahas tentang tafsir Al-Maraghi yang ke 25,saya
akan menulis isinya tentang apa saja,cara penafsirannya bagaimana dan contoh
ayatnya.Didalam tafsir Al-Maraghi yang ke 25 ini,Penafsirannya berisi tentang
Surat Fussilat.Surat Fusillat ini lanjutan dari terjemahan tafsir Al-Maraghi
yang sebelumnya.Surat Fusillat ini pada tafsir Al-Maraghi yang ke 25 yaitu ayat
47-54.Kemudian ada surat Asy-Syura ayat 1-53 yang akan ditafsirkan,Surat
Az-Zukhruf ayat 1-89,Surat Ad-Dukhan ayat 1-59 dan Surat Al-Jasiyah 1-37.
Surat Fussilat memiliki arti yaitu “Yang dijelaskan”dan pada ayat
47-48 Allah menjelaskan dan mengancam orang-orang kafir bahwa balasan atas
segala perbuatan akan disampaikannya pada hari kiamat,pengetahuan menegnai
kiamat hanya Allah lah yang mengetahui. Asy-Syura yang artinya “Musyawarah”, Az-Zukhruf
yang berarti “Perhiasan”, Surat Ad-Dukhan yang berarti “Kabut”, Surat
Al-Jasiyah yang berarti “Yang Berlutut”.
Metode dalam penafsiran Al-Maraghi 25 yaitu ayatnya ditulis
terlebih dahulu baru kemudian diartikan.Cara penafsirannya diambil ayat-ayat
yang sulit terlebih dahulu baru ditafsirkan.Setelah
itu didalam tafsir dijelaskan juga pengertian secara umum dan baru penjelasan
per ayat secara rinci.
Allah menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar karena pada malam ini adalah malam kemuliaan,malam
yang lebih mulia dari 1000 bulan.Allah memberitahukan apa yang baik untuk
manusia dan apa yang buruk bagi manusia didalam Al-Qur’an.Pada malam ini pintu-pintu
surga dibukakan kepada manusia yang berdoa dan Allah akan mengabulkannya.Allah
menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia agar mereka mengamalkannya
dengan baik dan menjauhi yang buruk.Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai wahyu
kepada Nabi Muhammad sebagai rahmat kepada hamba-hamba Allah. Al-Qur’an turun
berangsur-angsur selama 23 tahun sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi.
Ad-Dukhan ayat 3 “ inna anzalnahu fi lailatim mubarakatin inna
kunna munzirin”
Artinya:”Sesungguhnya kami menurunkannya pada malam yang
diberkahi.Sungguh,kamilah yang memberi peringatan”
Penafsiran kata-kata sulit :
lailatim mubarakah : malam yang diberkahi,yaitu Lailatul Qadar
munzirin :
orang-orang yang mempertakuti
Pengertian Secara Umum :Allah yang Maha Kuasa lagi Maha Agung
bersumpah dengan kitab-kitab-Nya yang mulia lagi memberi penjelasan ini
dikarenakan mengandung kemashalatan bagi manusia,bahwa dia telah menurunkan
Al-Qur’an ini pada malam Lailatul Qadar untuk membberi peringatan kepada
hamba-hambanya dan mempertakuti mereka terhadap azab-Nya.
Penjelasan:
(inna anzalnahu fi lailatim mubarakatin)
Bahwa dia mulai menurunkan Al-Qur’an ini pada malam yang diberkahi
yaitu Lailatul Qadar, yang lebih baik dari 1000 bulan.Kemudian Allah SWT
menerangkan sebab diturunkannya Al-Qur’an.Dia firmankan :
(inna kunna munzirin)
Sesungguhnya kami memberitahukan kepada manusia apa yang bermanfaat
bagi mereka,sehingga mereka mau mengamalkannya,dan juga apa yang berbahaya bagi
mereka,sehingga mereka menghindarinya,supaya hujjah Allah terhadap
hamba-hambanya tegak.
Refleksi : Setelah saya membaca tafsir dari Al-Maraghi yang ke 25
saya jadi belajar cara penafsiran mulai dari menafsirkan dari kata-kata
tersulit ,diartikan secara umum kemudian dijelaskan.Yang dulunyaa saya asing
tentang tafsir sekarang saya belajar sedikit-dikit apa itu tafsir
Biografi
Pengarang : Ahmad Mushthafa Al-Maraghi
Nama lengkap adalah Ahmad Musthafa bin Muhammad bin Abdul Mun’in
Al-Maraghi.Beliau lahir dikota Maraghah,sebuah kota kabupaten ditepi Barat
sungai Nil sebelah selatan kota Kairo pada tahun 1300 H/1833 M.Dia memilik 8
orang saudara,lima diantara saudaranya adalah laki-laki.
Pendidikan dasarnya adalah Madrasah,Kemudian dia juga belajar di
Universitas Al-Azhar di Kairo dan di Universitas Darul Umum Kairo dan lulus
pada tahun 1909 M .Sebelum berusia 13 tahun beliau sudah hafal seluruh ayat
Al-Qur’an .Di Universitas itu beliau mendapatkan bimbingan dari Syekh Muhammad
Abduh,Syekh Muhammad Bukhait Al-Muthi’i,Ahmad Rifa’i Al-Fayumi dan para tokoh
ini menjadi contoh bagi Al-Maraghi untuk menjadi sosok intelektual Muslim dan
menguasai hampir seluruh cabang ilmu agama.
Komentar
Posting Komentar