Vita Kusumastuti/1C/Perbankan Syariah/175231098
Pondok Al-Qur’an Al Barokah berada dijalan raya Samben,Gunting
,Wonosari,Klaten,Jawa Tengah.Berawal dari 1986 Masjid ini mulai dirintis oleh
KH Adnan Mualif dan saat pendirian masjid,banyak demo yang berdatangan karena
tidak setuju adanya pembangunan.Sebelum saya mengobservasi tentang masjid ini,
saya memandang bahwa Masjid ini hanyalah Masjid biasa seperti pada umumnya.Tapi
apakah benar Masjid ini hanyalah Masjid biasa?Ternyata setelah saya datang ke
Masjid dan mewawancarai beberapa narasumber terdapat kisah yang tidak pernah
saya bayangkan yaitu Kisah pendirian Masjid yang ternyata Masjid itu adalah
hasil perjuangan dari KH Adnan Mualif beserta para santrinya.
Nah tujuan saya dari hasil wawancara dan observasi Masjid ini untuk
mendeskripsikan tentang Ponpes Al-Barokah untuk mengetahui perjuangan pendirian
dari Masjid dan mengetahui lebih dalam tentang Masjid ini.Satu Keunikan dari
Masjid ini adalah terdapat Makam didalam Masjid yaitu sebelah kiri pengimaman.Kemudian
saya bertanya-tanya,Mengapa ada makam didalam Masjid?Ternyata makam itu adalah
makam dari orang tua Ibu Nyai Hj Sulastri istri dari KH Adnan Mualif.Setelah
saya bertanya bagaimana sejarah Masjid ini beberapa narasumber menceritakan
perjuangan para santri dan KH Adnan Mualif,Perjuangan untuk mendirikan sebuah
masjid sangatlah berat dari adanya santri yang keliling cari dana untuk bikin
masjid kemudian ada yang jualan kalender,menanam jagung dan ketela untuk dijual
ke pasar Daleman dan yang sering berkeliling adalah santri putra.
Wawancara dan observasi ini saya lakukan dengan cara langsung
datang Ke Masjid dan membuat janji dengan orang yang akan saya wawancarai,ada juga
yang saya wawancarai dan saya langsung datang kerumahnya
Narasumber 1 : Bapak Bono umur 32 tahun sebagai Ustadz di Ponpes
Al- Barokah.Saya mewawancarai karena
Bapak Bono yang mengetahui banyak tentang sejarah masjid Al-Barokah
Narasumber 2 : Ibu Sumarsih umur 42 tahun sebagai mantan santri KH
Adnan Mualif.Saya mewawancarai karena dia dulu pernah menjadi Santri KH Adnan
Mualif otomatis Ibu Sumarsih juga mengetahui bagaimana perjuangan dari
pendirian masjid
Narasumber 3 : Fatim umur 18 tahun sebagai santri KH Adnan Mualif.Saya
mewawancarai karena Fatim adalah teman saya dan dia saya rasa juga tahu sedikit
tentang Masjid Al-Barokah
Perjuangan
Pendirian Masjid
Pondok Al-Qur’an Al-Barokah berada dijalan raya Samben Gunting,Wonosari,Klaten,Jawa
Tengah yang didirikan oleh KH.M Adnan Mu’alif sejak tahun 1986 dan dibantu oleh
para santri dan penduduk sekitar. Dalam pendirian masjid banyak demo dari
masyarakat setempat yang tidak setuju jika didirikannya Masjid,tetapi lama
kelamaan masyarakat mau menerima berdirinya Masjid dan terbukti setiap ada event
kegiatan, masyarakat selalu mendukungnya baik tenaga maupun fikiran.
Pada tahun 1992 KH.Muhammad
Adnan Mualif kelahiran Jombang,Jawa Timur beliau berguru kepada Kiyai Umar
Abdul Manan mangkuyudan Solo dengan Khatam Al-Qur’an dan berpredikat hafidz bil
ghaib.Berdirinya pesantren ini adalah karena minat dari masyarakat setempat
untuk belajar Al-Qur’an pada KH.M Adnan Mualif yang diketahui masyarakat bahwa
beliau telah hafal Al-Qur’an di Ponpes Almuayyad Solo.
Sejarah awal sebelum berdiri masjid, masyarakat didaerah setempat
tidak ada tempat untuk mengaji,namun ketika Kyai Haji Adnan Mualif datang dan
menempati kios toko yang ada disebelah selatan perempatan Samben mereka belajar
mengaji disitu yang kurang lebih ukuran tempatnya 7x6 meter dengan sarana dan
prasana mengaji seadanya.
Banyak orang-orang yang berdatangan untuk mengaji khususnya mengaji
Al-Qur’an.Sebelum Kyai Haji Adnan Mualif datang,tempat mengaji sebelumnya
adalah ditempat Mas Rohmad penduduk Samben,dan yang memberikan pelajaran
mengaji bapaknya Mas Rohmad setelah datangnya Kyai Haji Adnan Mualif para
santri dialihkan mengajinya ketempatnya kios Kyai Haji Adnan Mualif tersebut.Pada
saat mengaji pertama kemudian mengadakan khataman Qur’an.
Sistem mengaji yang diajarkan Kyai Haji Adnan Mualif adalah
diajarkannya ”Tartil”.Tartil sendiri berarti membaca perlahan dengan tajwid dan
bacaannya harus jelas dan benar.Orang-orang yang belajar mengaji kepada Kyai
Haji Adnan Mualif berasal dari masyarakat setempat walaupun ada juga yang
berasal dari Wonogiri,Surabaya,Semarang tetapi kebanyakan santrinya berasal
dari masyarakat setempat.
KH.Adnan Mualif juga mengajarkan jika mau naik surat harus
menghafal surat yasin terlebih dahulu,Kalau belum hafal surat Yasin belum boleh
tambah surat lebih dari Surat Al-Baqarah.Surat Yasinnya boleh dicicil berapa
ayat dahulu kemudian baru tambah berapa ayat lagi sampai benar-benar
hafal.Sistem ini membuat para santri semangat untuk terus menghafal supaya bisa
khatam Al-Qur’an lebih cepat.
Setelah mau merintis pendirian masjid beliau Kyai Haji Adnan Mualif
dibelikan Sawah sama mertuanya,kemudian ditimbun secara bersama-sama oleh para
santri dan masyarakat.Saat menimbun sawah dengan bongkahan batu ada banyak
kejadian yaitu waktu ada pemilihan kepala desa dan kepala desanya kakaknya Kyai
Haji Adnan Mualif dan ada keterlibatan antar saudara,kemudian banyak warga yang
tidak suka dengan dibangunnya pondok dan melakukan aksi demo ke tempat Kyai
Haji Adnan Mualif tersebut.
Adanya sebuah demo karena di dukuh Samben terkenal orang-orang yang
gali bukan para santri juga karena kurangnya pengetahuan agama yang menyebabkan
adanya demo.Kemudian kejadian yang terjadi lagi yaitu setelah masjid sudah jadi
terjadi kecelakaan kerja saat seorang pekerja dari Kalikingkang membenarkan
genting kemudian ia terjatuh dari lantai dua dan meninggal.
Perjuangan untuk mendirikan sebuah masjid sangatlah berat dari adanya
santri yang keliling cari dana untuk bikin masjid kemudian ada yang jualan
kalender,menanam jagung dan ketela untuk dijual ke pasar Daleman dan yang
sering berkeliling adalah santri putra.Pembangunan masjid Al Barokah sampai
jadi hingga sekarang adalah perjuangan dari para santri-santri yang banyak membantu
untuk pembangunan ini.
Pembangunan dimulai pada waktu malam hari kira-kira habis isya
sampai jam 23.00 mereka gotong royong mengangkat bongkahan batu kemudian santri
putra yang “nyitak”batu bata kemudian santri putri yang”nyisiki”batu bata.
Perjuangan Kyai Haji Adnan untuk mendirikan pondok sangatlah berat beliau
sampai pergi kesana kemari mencari dana untuk bikin pondok Al-Qur’an Al-Barokah
sampai besar seperti ini.
Setelah
Masjid berdiri kemudian barulah pondok Pesantren albarokah didirikan.Pondok
pesantren ini menerapkan ilmu salaf yang berarti pondok yang tidak ada agenda
pembelajaran seperti dimadrasah
ibtidaiyah yang intinya hanya mengaji dan belajar ilmu agama.Masjid dan pondok
memiliki peranan untuk menunjang ilmu agama yang dulu Tpa 2000 - 2016 dirubah menjadi madrasah diniyah
yg menerapkan sistem pembelajaran 50% Al-Qur’an dan 50% syariat berupa mengaji
kitab fikih ,akhlak ,tauhid dan nahwu.
Hal
yang dibahas didalam sistem pondok pesantren yaitu menerapkan ajaran ilmu tauhid
yang mengajarkan kitab-kitab bagaimana mengenal Allah dalam sisi sifat-sifat
Allah kemudian ilmu nahwu ilmu dalam bahasa arab yang menerangkan kepada santri
tentang bahasa arab tetapi diseragamkan dalam bahasa indonesia.Dari empat kitab
satu kitab kitab ditempuh dalam waktu 1 tahun.Pondok yang menerapkan ilmu salaf
memegang teguh barokahnya supaya ilmunya bisa dibawa ke masyarakat.
Karakteristik Bangunan MASJID
Dinamakan Al-Barokah supaya tempat ini menjadi berkah bukan hanya
untuk para santri tetapi juga untuk masyarakat disekitar sini.Setelah
berdirinya masjid Al-Barokah,maka tempat mengaji dan semua kegiatan yang semula
berada di kios toko dialihkan dimasjid. Masjid Al Barokah dari depan jalan
pagarnya berwarna hijau muda dan hijau tua yang memberikan nuansa segar dimata,logo
dipagar bergambarkan masjid dan Al-Qu’ran dan bertuliskan ditengahnya
Al-Barokah.
Masjid Albarokah ini berluaskan sekitar 2000 meter persegi dan
tanah seluas 8000 meter persegi dari gerbang pintu masuk sebelah kanan adalah
masjid Al-barokah dengan warna hijau bercampur kuning dan memberikan kesan
semangat.Pintu dan jendela berwarna coklat dipinggir dan kaca ditengahnya yang
memberikan kesan luas.Pintu di masjid ini ada dua yaitu dari depan masjid dan
samping masjid,disamping Masjid ada kotak infak yang berwarna hijau bercampur
kuning.
Bangunan didalam Masjid dikelilingi kaligrafi yang memutar
didinding dan dengan cahaya penerangan satu lampu gantung ditengah dan
dipinggirnya dua lampu gantung yang kecil dan ada empat kipas angin gantung
jaman dahulu.Di masjid ini ada dua tempat pengimaman sebelah kanan untuk imam
dan sebelah kiri dari pengimaman ada makam dari orang tua Ibu Nyai Hj Sulastri.
Ditempat pengimaman tersebut ada lampu gantung kecil untuk
menyinari.Lantai dan ternit dari masjid ini berwarna Putih.Dibelakang
pengimaman sebelah kiri ada jam gandul pada jaman dulu,diatas jam itu disebelah
kiri dan kanan ada tulisan kaligrafi yang sama dan diatas pengimaman juga ada
tulisan kaligrafi.Disebelah kanan pengimaman ada sebuah tempat untuk menyimpan
barang-barang elektronik seperti tape dan disebelah kanan dan kiri masjid
terdapat tempat untuk berwudhu,sebelah kiri adalah tempat wudhu untuk putra dan
kanan tempat wudhu untuk putri.
Kemudian didepan masjid ada sebuah tempat yang berfungsi sebagai gapura
penanda pondok.Disebelah kiri Masjid ada sebuah panggung untuk acara dan dibuat
dari kayu jati berbentuk seperti rumah jawa dan adat jawa,tempat itu berfungsi
untuk menerima tamu,ngaji,sebagai panggung jika ada acara pengajian untuk
acara-acara besar.Bagian pondok terdiri dari kamar putra kamar putri kemudian
bagian panggung ada tiga yaitu panggung sebelah depan yang digunakan untuk
menerima tamu,panggung ndalem yang digunakan untuk silaturahmi.
Kemudian panggung bagian belakang yang biasanya digunakan Ibu Nyai
Hj Sulastri untuk mengaji dan mengajarkan ibu-ibu mengaji.Dibagian Selatan
Masjid ada rumah Ndalem yaitu sebagai tempat tinggal Mbah Kyai kemudian ada
Perkebunan disebelah Barat Masjid dibelakang panggung,Peternakan ada dibagian
belakang disisi Selatan Pondok dan akan dibangun sebuah kolam.Untuk peternakan
yaitu peternakan ikan yang terdiri dari 3 buah kolam ikan dan peternakan itik
yang dikelola oleh Putra Mbah Kyai sendiri.
Keinginan masyarakat yang kuat untuk belajar Al-Qur’an dan
mendalami ilmu agama membuat KH.M Adnan Mualif mendirikan bangunan disebelah
masjid untuk penginapan santri yang mukim.Biaya-biayanya masih ditanggung oleh
Kyai Haji Adnan Mualif sebagai pengasuh pondok tersebut yang bersumber
pendapatan dari peternakan dan perkebunan juga dari para donatur yang
menyumbangkan hartanya ke Ponpes Al-Barokah.
Perkebunan sendiri jaman sebelum Masjid dibangun hasil panennya itu
dijual dan uangnya untuk beli bahan kebutuhan pembangunan dan sekarang Masjid
sudah jadi bagus seperti sekarang,hasil panen perkebunan itu digunakan untuk
kebutuhan santri sendiri.Perkebunan yang dikelola contohnya seperti lombok
singkong,ketela,pisang dll.Usaha perekonomian yang ada dipesantren dikelola
langsung oleh Nyai Azizah Sulastri istri dari KH.M Adnan Mualif dengan
melibatkan para santri.
Kegiatan yang dilakukan di Masjid
Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Barokah memiliki kegiatan-kegiatan
yaitu adanya pengajian-pengajian rutin khususnya pada malam Senin Kliwon yang
diadakan oleh alumni-alumni santri dulu.Kemudian pembacaan sholawat albarzanji
yang dilakukan setiap malam Jum’at.Ngaji kitab bareng gus hamid setiap habis
solat isya’,pada malam selasa dilakukan agenda rutin Mujahaddah.
Sholat tawwabin dilakukan 2 rokaat sebelum pembacaan sholawat
nariyah dan sesudah sholat magrib,sema’an Qur’an setiap Minggu Wage,Ngaji rutin
santri setiap bakda subuh dan bakda magrib/isya’sedangkan bakda asar digunakan
untuk mengajar santri diniyah,TPA sore setiap hari kecuali hari Jum’at yang
diajar oleh putri dari Mbah Kyai dan sholat berjama’ah.Kegiatan
pada bulan ramadhan yaitu sehabis solat terawih diadakan doa Qotmil Qur’an.
Keunikan Masjid
Dalam sisi bangunan Keunikannya tidak ada yang unik,tetapi yang
membuat unik adalah ada makam didalam masjid yang terletak disebelah kiri
pengimaman.Makam itu dirawat dan diberi bunga kalau dalam bahasa jawa”nyekar”
sama orang-orang yang mampir untuk ziarah yang dilakukan pada malam suro atau
malam jum’at. Ada juga kegiatan yang dilakukan sampai sekarang dari sebelum
masjid dibangun hingga sudah besar seperti sekarang yaitu setiap malam selasa
dari dulu sampai sekarang masih dilakukan agenda rutin seperti mujahadah,sholawat
nariyah,sholat tawwabin.
Mujahadah ialah
kegiatan membaca dzikir dan sholawat secara bersama-sama.Kemudian kegiatan lain
yang unik ialah pada waktu bulan ramadhan sehabis solat terawih diadakan doa
Qotmil Qur’an yang masjid-masjid sekitar Samben jarang melakukannya.Tempat yang
unik bangunannya ada disebelah kiri Masjid yaitu sebuah panggung untuk acara
dan dibuat dari kayu jati berbentuk seperti rumah jawa dan adat jawa.
Keunikan yang lain adalah Masjid dan Ponpes ini berasal dari
masyarakat kemudian kembali lagi kepada masyarakat dan santrinyapun berasal
dari masyarakat sekitar.Pembangunan Masjid ini juga berasal dari para santri
dan masyarakat sekitar yang saling bekerja sama mengumpulkan dana,bersatu untuk
gotong royong mencetak batu-bata,berkeliling memasarkan hasil panennya,rela
begadang hingga larut malam untuk mencetak batu bata dan merapikan batu
bata,Menjual keliling kalender.
Dari wawancara dan observasi diatas,Masjid merupakan salah satu
contoh sejarah peradaban islam yang dimana Masjid itu merupakan tempat Allah
dan tempat beribadah manusia kepada Allah.Diciptakan sebuah Masjid agar manusia
satu dan yang lain bisa menjalin kekeluargaan dan saling silaturahmi dengan
menjalankan sholat berjamaah.Perjuangan pendirian sebuah Masjid yang dilakukan
oleh KH Adnan Mualif dan para santrinya yang mengalami demo kemudian mereka
bekerja keras dalam pendirian sebuah Masjid merupakan bentuk cinta mereka
terdahap Allah dan Rasul-Nya.Dimana Nabi Muhammad dan para pengikutnya berjuang dalam
menyebarkan islam.
Lampiran:
Hasil Plagramme.com

Online Casino Site: Play at the best Casino UK 2021
BalasHapusAt Choegocasino you can 카지노사이트 play all your favourite online casino youtube converter games at one of the best UK online casinos, including Slots, Roulette and 바카라 사이트 Blackjack!